program pemberdayaan budidaya bebek

BAB 1. PENDAHULUAN
 Bebek atau biasa disebut dengan itik adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Bebek merupakan salah satu komoditas ternak unggas yang memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan sumber protein pada makanan manusia. Usaha ternak bebek sebagai alternatif sumber pendapatan kini semakin banyak diminati masyarakat di Indonesia baik di pedesaan maupun di perkotaan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia populasi bebek pada tahun 2019 sebanyak 57.229.088 ekor telah meningkat menjadi sebanyak 58.243.335 ekor pada tahun 2020. Sehingga menjadi peluang usaha tersendiri untuk masyarakat dalam menjalankan usaha ternak bebek.
Usaha ternak bebek dikatakan memiliki beberapa keunggulan dibandingkan ternak unggas lain. Tidak hanya enak dikonsumsi, hasil produksi bebek juga memiliki nilai jual yang tinggi. Seperti halnya telur bebek yang pada umumnya dijual dengan harga per butir di pasaran. Dalam bisnis makanan pun cukup menjanjikan, hal tersebut ditandai dengan menjamurnya rumah makan atau warung makan yang menyediakan menu khas daging bebek berupa bebek goreng atau bebek panggang. Sedangkan untuk telur bebek selain dimanfaatkan dalam bentuk segar juga dapat diolah menjadi martabak, telur gembung, kerupuk, dan yang paling populer adalah telur asin. Prospek dan peluang pasarnya juga masih terbuka luas, karena telur asin dapat disimpan dalam jangka waktu yang lebih lama daripada telur segar. Keunggulan dan tingginya tingkat konsumsi terhadap produksi bebek tersebut menjadikan peluang yang sangat besar untuk beternak bebek.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka diketahui permasalahan berikut :
1. Bagaimana mengidentifikasi penyakit bebek berdasarkan gejala-gejala yang ada ?
2. Bagaimana membangun sistem pakar diagnosa penyakit bebek berbasis web ?
3. Bagaimana menerapkan metode dempster shafer dalam sistem pakar diagnosis penyakit bebek ?
1.3 Tujuan
Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Membantu pengguna atau peternak bebek untuk memudahkan dalam mengidentifikasi penyakit pada bebek berdasarkan gejala yang ada.
2. Membangun sistem pakar diagnosa penyakit bebek.
3. Menerapkan metode dempster shafer dalam sistem pakar diagnosa
penyakit bebek.
1.4 Manfaat
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menentukan penyakit yang menyerang bebek beserta solusi terkait pencegahan dan penanganannya agar dapat mengurangi resiko terjadinya kematian dan meningkatkan hasil produksi bagi para peternak bebek.

Postingan populer dari blog ini

Proposal Pemberdayaan program/unggulan desa

Proposal Pemberdayaan Komunitas seni dan budaya

Proposal Pengembangan lembaga pendidikan