Proposal Pemberdayaan program/unggulan desa
PROPOSAL PROGRAM PEMBERDAYAAN
"Penguatan Ekonomi Desa melalui Pemberdayaan Produk Unggulan Khas Daerah"
I. JUDUL
Penguatan Ekonomi Desa melalui Pemberdayaan Produk Unggulan Khas Daerah
II. LATAR BELAKANG
Potensi ekonomi desa sangat bergantung pada pemanfaatan sumber daya lokal, termasuk produk unggulan khas daerah. Produk unggulan seperti kerajinan tangan, makanan olahan, atau hasil pertanian dapat menjadi sumber penghasilan utama bagi masyarakat desa. Namun, tantangan seperti kurangnya inovasi, keterbatasan akses pasar, dan rendahnya daya saing produk sering menghambat pengembangan produk tersebut. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemberdayaan produk unggulan untuk meningkatkan kualitas, promosi, dan pemasaran produk, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang berkelanjutan.
III. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana strategi pemberdayaan produk unggulan desa yang efektif?
2. Apa langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggulan desa?
3. Bagaimana memastikan keberlanjutan ekonomi desa melalui penguatan produk unggulan?
IV. TUJUAN KEGIATAN
1. Mengidentifikasi dan mengembangkan produk unggulan desa.
2. Memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang inovasi produk dan strategi pemasaran.
3. Meningkatkan daya saing produk di pasar lokal, nasional, dan internasional.
4. Mendorong terbentuknya usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis produk unggulan desa.
V. MANFAAT KEGIATAN
1. Meningkatkan keterampilan masyarakat dalam produksi dan pemasaran.
2. Membuka lapangan kerja baru di desa.
3. Memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi unggulan desa.
4. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha mandiri.
VI. KAJIAN PUSTAKA
Kajian pustaka akan mencakup teori pemberdayaan masyarakat, strategi pengembangan produk lokal, pemasaran digital, dan konsep ekonomi berkelanjutan di pedesaan. Beberapa referensi yang digunakan meliputi buku, jurnal penelitian, dan studi kasus sukses dari desa lain.
VII. ALAT DAN BAHAN
1.Peralatan pelatihan (laptop, proyektor, alat tulis)
2.Bahan promosi produk (banner, brosur, media sosial)
3.Produk unggulan desa sebagai bahan praktik
4.Ruang pelatihan dan fasilitas pendukung
VIII. TAHAPAN KEGIATAN
1. Persiapan Kegiatan
Survei dan identifikasi potensi desa
Penyusunan rencana pelatihan
2. Pelaksanaan Kegiatan
Pelatihan produksi, pengemasan, dan pemasaran produk unggulan
Workshop strategi pemasaran digital
3. Pendampingan dan Monitoring
Pendampingan intensif kepada pelaku usaha
4. Evaluasi dan Tindak Lanjut
Evaluasi capaian program dan rencana keberlanjutan
IX. WAKTU DAN TEMPAT KEGIATAN
Waktu: (08.00-11.00)
Tempat: Balai Desa Sejomulyo
X. RENCANA ANGGARAN
Berisi rincian anggaran seperti:
1. Biaya pelatihan dan narasumber
2. Biaya operasional kegiatan
3. Biaya promosi dan pemasaran
4. Biaya evaluasi dan tindak lanjut
XI. INDIKATOR KEBERHASILAN DAN KEGAGALAN
Indikator Keberhasilan:
1. Peningkatan jumlah produk unggulan desa yang dipasarkan
2. Meningkatnya pendapatan masyarakat desa
3. Terbentuknya kelompok usaha mandiri berbasis produk unggulan
Indikator Kegagalan:
1. Partisipasi masyarakat yang rendah
2. Produk tidak dapat bersaing di pasar
3. Kurangnya tindak lanjut dan pendampingan
XII. TATA CARA EVALUASI KEGIATAN
1.Evaluasi dilakukan secara berkala melalui kuesioner, wawancara, dan monitoring lapangan.
2.Menggunakan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.
XIII. RISIKO DAN MITIGASI BENCANA
Risiko:
1.Bencana alam seperti banjir dan gempa
2.Kendala teknis dalam pelaksanaan
3.Kurangnya partisipasi masyarakat
Mitigasi:
1.Penyusunan rencana darurat
2.Sosialisasi intensif dan penguatan motivasi masyarakat
3.Penyediaan fasilitas pendukung yang memadai
XIV. JADWAL KEGIATAN
No. Kegiatan. Waktu
1. Persiapan dan Identifikasi Potensi Lokal Maret 2025
2. Pelatihan Keterampilan Berbasis
Potensi Lokal. April - Juni 2025
3. Implementasi Program Unggulan. Juli 2025
4. Evaluasi dan Penyusunan Laporan. Agustus 2025
XV. RENCANA TINDAK LANJUT
1. Pembentukan koperasi desa atau unit usaha bersama.
2. Pemasaran produk melalui platform digital.
3. Kemitraan dengan stakeholder dan pelaku usaha lain.
XVI. DAFTAR PUSTAKA
- Arsyad, L. (2010). Ekonomi Pembangunan. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
- Chambers, R. (2005). Pembangunan Berbasis Masyarakat: Proses dan Strategi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
- Kotler, P. & Keller, K. L. (2016). Marketing Management. Pearson Education.
- Moleong, L. J. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
- Suharto, E. (2005). Pemberdayaan Masyarakat: Konsep, Strategi, dan Implementasi. Bandung: Refika Aditama.
- Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2011). Economic Development. Boston: Addison-Wesley.
- Wahyuni, S. (2012). Strategi Pengembangan Produk Lokal Desa. Surabaya: Graha Ilmu.